Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 23 Mar 2018 16:24 WIB

Akankah Crash 2008 Terulang? Jadikan peluang

Ellen May - detikFinance
Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Istimewa Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Istimewa
Jakarta - Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG dibuka dengan pelemahan hingga lebih dari -2%! Apakah penyebab penurunan IHSG kali ini? Sampai kapankah penurunan ini berlangsung? Masih adakah peluang ditengah penurunan IHSG seperti ini? Mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Indeks Saham Mulai Rontok

Indonesia tidak sendiri, hampir seluruh bursa di dunia mengalami penurunan yang cukup tajam hari ini. Di Asia, indek Topix dan Nikkei 225 di Jepang merosot masing-masing sampai 2,81% dan 3,54%. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga terkoreks 3,67%.

Sementara itu, ketiga indeks utama di Amerika juga mengalami penurunan tajam, misalnya Indeks Dow Jones -2,93%, S&P -2,52% dan Nasdaq -2,43%.

Sebenarnya apa penyebab penurunan tajam bursa hari ini?

Hal ini ternyata disebabkan oleh keputusan bulat Donald Trump untuk menerapkan tarif pada produk impor China, dengan nilai mencapai US$ 60 miliar. Bahkan, malam tadi Trump telah menandatangani memorandum presiden yang membidik produk China yang dianggap melanggar hak kekayaan intelektual Amerika.

Keputusan ini mengundang respons keras dari Kedutaan China di Amerika yang berjanji "akan berjuang sampai akhir". Pada akhirnya, perang dagang pun tak terhindarkan.

Lalu, bagaimanakah dengan trend IHSG sendiri saat ini?

Jika Anda perhatikan, pola pergerakan IHSG saat ini cukup mirip dengan pergerakan di tahun 2008 lalu. Untuk lebih jelasnya simak gambar berikut.
Akankah Crash 2008 Terulang? Jadikan peluangFoto: Dok. Ellen May
Akankah Crash 2008 Terulang? Jadikan peluangFoto: Dok. Ellen May

Ternyata dari gambar tersebut, dapat kita simpulkan bahwa IHSG saat ini tengah menuju fase bearish, dengan pelemahan setidaknya hingga 8-10% sebelum akhirnya kembali menguat seperti di tahun 2008.

Seberapa dalamkah penurunan IHSG tahun ini dapat berlanjut? Untuk mencari tahu hal tersebut, Anda harus perhatikan data ekonomi di kala IHSG mengalami resesi.
Akankah Crash 2008 Terulang? Jadikan peluangFoto: Dok. Ellen May

Dari data di atas, sekilas memang tidak terlihat perbedaan yang terlalu mencolok dari IHSG pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, yang perlu Anda perhatikan ialah data 10Y Bond Yield Indonesia yang saat ini masih bertahan di level 6,746%. Jika berhasil bertahan di bawah 7% maka itu akan berdampak bagus. Namun kalau angka bond yield tersebut tembus hingga 7%?

Bersiap hadapi crash di 2018!

Angka tersebut juga bisa menandakan bahwa saat ini IHSG masih belum mengalami crash, karena jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, ketika 10Y Bond Yield berhasil mencapai angka di atas 7%, maka IHSG mulai mengalami penurunan drastis.

Itu berarti, penurunan IHSG saat ini masih terbilang kecil, dan masih berpotensi terus menurun. Apalagi jika sudah menembus level support di 6000.

Perlu kami tekankan sebelumnya, bahwa kondisi ekonomi dan IHSG saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 1998/2008. Jadi, potensi crash atau penurunan saham tahun ini pun bisa jadi lebih kecil. Namun, Anda perlu tetap waspada dengan pergerakan bond yield tersebut.

Nah sekarang, apa yang harus kita lakukan terkait kondisi IHSG yang seperti ini?

Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah SELAMATKAN MODAL ANDA!

Jika Anda memiliki sejumlah saham, terutama saham bluechip, sebaiknya Anda realisasikan profit Anda dan tunggu hingga penurunan IHSG mereda.

Karena, jika Anda masih memiliki saham-saham tersebut, maka potensi loss Anda akan semakin membesar, seiring penurunan IHSG.

Apakah itu berarti Anda tidak bisa mendapat profit di tengah kondisi IHSG yang saat ini?

Tentu bisa, meskipun saham blue chip tengah menurun drastis, ternyata saham-saham second liner masih bisa menguat cukup signifikan ditengah pergerakan IHSG yang tengah bearish seperti ini loh.

Contohnya saja saham TAXI, KOBX, POLY dan saham-saham second liner lainnya yang bisa menguat puluhan hingga ratusan persen dalam waktu beberapa hari saja. Luar biasa bukan?

Namun, Anda juga perlu mengetahui konsep high risk high return. Itu berarti meskipun potensi profit yang bisa didapatkan dari saham second liner ini cukup besar, potensi kerugiannya pun juga tak kalah besar.

Jadi, untuk sekarang "just dance with the market". Untuk Anda yang bermental kuat bisa melirik saham-saham second liner.

Lalu bagaimana dengan saham blue chip? Untuk sekarang hindari saham-saham blue chip dan bersabar untuk mendapat harga terbaik.

Karena, ketika penurunan ini berakhir dan IHSG kembali menguat, maka potensi profit yang bisa Anda hasilkan akan sangat besar. Jadi, jangan lupa untuk persiapkan modal Anda dari sekarang untuk memborong saham di harga bawah.

Kami melihat di tahun 2018 ini mungkin akan banyak bermunculan "orang-orang kaya baru" atau juga "orang yang keluar (tobat) dari dunia saham". So, which one are you?

Pada situasi krisis, ada orang yang semakin merana. Namun, ada pula beberapa orang yang justru menjadi semakin kaya. Orang-orang itu adalah orang-orang yang sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan ilmu dan perencanaan yang matang. Jadilah pemenang dalam segala situasi. Be a winner, not a loser. Prepare yourself!

Bagaimana dengan CPO? Apakah saham CPO masih ada potensi penguatan? Temukan jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini.
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed