Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBCA, TLKM, BMRI, BBRI, UNVR Penurunan yang terjadi pada indeks dikarenakan adanya rilis data neraca perdagangan bulan April 2018 yang mengalami defisit sebesar US$ 1,62 miliar atau di luar ekspektasi pelaku pasar.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 1,16 triliun. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.46% ke level Rp 14.037
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan indeks terjadi seiring dengan kenaikan imbal hasil 10-tahun yang berada diatas 3.07%. Pelaku pasar mengalihkan asetnya ke aset yang lebih aman dan menguntungkan, dimana Nasdaq tertekan paling dalam dengan saham Agilent Technologies turun hampir 10% menjadi salah satu pemberat indeks Nasdaq.
Berikut beberapa data ekonomi yang nampaknya turut menjadi sentimen negatif diantaranya data ritel sales bulan April sebesar 4.7% (YoY) lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 4.9% (YoY).
IHSG ditutup melemah sebesar 1.8% ke level 5,838. IHSG ditutup dengan candle bearish dan break low candle dengan indikator Stochastic berbalik melemah dan MACD histogram bergerak negatif dengan volume meningkat.
Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,768 - 5,866. (dna/dna)











































