Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 17 Mei 2018 03:15 WIB

Belajar Trading Saham dari yang Gagal

Ellen May - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Banyak orang ingin berhasil dari trading saham, namun tidak sedikit dari mereka yang terjun ke dunia saham bukannya untung malah buntung. Meskipun begitu ada juga yang berhasil dari trading saham, menjadi kaya raya hanya dengan trading saham, namun jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang belum berhasil.

Mengapa lebih banyak orang yang gagal daripada yang berhasil? Apakah trading saham sesulit itu?

Sebetulnya jawabannya sederhana, banyak orang yang masuk ke dunia trading hanya karena ikut-ikutan, melihat orang lain berhasil dari trading saham mereka pun juga termotivasi untuk ikutan trading saham. Akan tetapi keinginan dan motivasi mereka tidak dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai, sehingga banyak dari mereka yang gagal.

Warren Buffett pernah mengatakan "Risk comes from not knowing what you're doing".

Semakin Anda mengetahui apa yang harus Anda lakukan dan mengetahui strategi-strategi apa saja yang bisa Anda gunakan, tentu saja resiko yang akan Anda hadapi akan semakin kecil dan Anda juga bisa menemukan strategi apa yang cocok untuk Anda.

Lalu apa saja strategi-strategi yang perlu Anda ketahui?

INVESTASI VS TRADING
Ketika Anda memasuki dunia saham, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan di awal apakah Anda ingin berinvestasi atau trading.

Memang apa perbedaannya antara trading dan investasi?

Perbedaan yang paling mencolok terdapat pada jangka waktunya, jika Anda berinvestasi maka waktu yang dibutuhkan bisa sampai 5 hingga 10 tahun atau bahkan lebih. Adapun trading tidak membutuhkan waktu selama itu, dengan trading Anda bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa hanya dalam jangka waktu harian sampai mingguan.

Mindsetnya pun juga berbeda, seorang investor dalam membeli saham mindsetnya adalah yang dibeli perushaannya. Adapun trader mindsetnya adalah dagang, seorang trader dalam membeli saham akan memanfaatkan selisih harga beli dan jual untuk mendapatkan keuntungan.

Analisa yang digunakan juga berbeda, ketika seorang investor menggunakan analisis fundamental, menganalisa kinerja perusahaan melalui laporan keuangan dan melihat bisnis model perushaan yang ingin dibelinya, lain lagi dengan seorang trader yang menggunakan analisis teknikal, yang hanya menganalisa histori pergerakan harga saham di dalam pengambilan keputusan jual dan beli.

Pilihannya kembali lagi pada diri kita masing-masing, Anda lebih nyaman yang mana?

STRATEGI TRADING

1. Day trading (Trading Harian)

Day trader adalah trader yang menggunakan rentang waktu paling cepat. Dimana day trader jarang membiarkan saham atau transaksinya lebih dari satu hari, idealnya seorang day trader membuka dan menutup transaksinya dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Dikarenakan rentang waktu trading yang cukup pendek, umumnya target profit dari setiap transaksi berikisar antara 3-7 % dan untuk day trader tidak boleh membiarkan transaksi loss terlalu lama karena target profit kecil untuk lossnya pun harus kecil berkisar 1-3%.

Untuk day trader sangat tidak disarankan. Mengapa?

Pertama. Day trading sangat menguras untuk waktu karena kita wajib untuk pantau pergerakan dari market secara real time.

Kedua. Day trading pada saham keuntungannya sangat kecil, sehingga ketika melakukan pembatasan risiko pun range stop lossnya menjadi sangat mudah disentuh. Habis stop loss kena, bisa naik lagi deh harganya.

Ketiga. Dalam day trading, godaan emosional, fear and greed menjadi semakin besar. Hal ini bisa membuat trader menjadi tidak lagi focus pada sistemnya, melainkan mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat.

Kesimpulannya, day trading profitnya paling kecil, sering kena stop loss, lebih cape, dan in the end profitnya juga tidak akan terkumpul banyak.

Instrument yang cocok untuk day trading adalah Forex trading karena lebih fluktuatif. Meski demikian, 3 tantangan day trading tersebut masih akan Anda hadapi dalam trading forex,

2. Swing Trading

Swing trader adalah trader yang memanfaatkan kenaikan suatu harga saham dalam waktu beberapa hari. Dengan kata lain seorang swing trader membuka dan menutup transaksi dalam rentang waktu 1 hari hingga beberapa hari, atau bahkan beberapa minggu. Keuntungan rata-rata yang didapat oleh
seorang swing trader berkisar 5% sampai sekitar 15%.

Swing trader menggunakan rentang waktu trading yang lebih besar dari day trader. Ia melakukan beli jual dalam tempo beberapa hari.

Tantangan yang dihadapi pun masih mirip dengan tantangan yang dihadapi oleh day trader, yaitu :
- Rentang profit taking yang tidak terlalu besar
- Level stop loss yang sempit sehingga stop loss cepat tersentuh
- Tantangan psikologi trading karena fluktuasi harga

Meski demikian, 3 tantangan tersebut tidak sebesar yang dihadapi oleh day trader.

Strategi yang digunakan oleh swing trader lebih berfokus pada memanfaatkan pantulan-pantulan harga antara support dan resisten.

Strategi ini selain bisa diterapkan di saham, bisa juga dimanfaatkan untuk trading forex.

3. Super Trader ™

Super Trader ™ adalah trader yang membuka dan menutup transaksi dalam rentang waktu rata-rata lebih dari 2 pekan hingga beberapa bulan.

Super Trader ™ trading dengan cara yang berbeda dengan swing trader dan day trader yang hanya memanfaatkan pantulan-pantulan jangka pendek.

Super Trader ™ membeli saham-saham yang memberi konfirmasi harga akan naik.

Strategi ini sangat memungkinkan untuk trader yang sibuk, tidak punya banyak waktu untuk memantau saham, tapi bisa dapat untung hingga puluhan dan ratusan %.

Strategi ini juga memberikan keleluasaan untuk stop loss lebih lebar. Hal ini memberi ruang bagi trader untuk "melakukan kesalahan". Trading lebih ringan tanpa beban. Karena boleh stop loss lebih lebar.

Karena trading tanpa beban, tekanan psikologis pun semakin berkurang, dan trading pun bisa jadi semakin objektif.

Jadi, jika Anda ingin make money dari pasar saham, saya sarankan, sebaiknya gunakan strategi Super Trader ™. Yaitu dengan membeli di awal trend naik dan menjualnya ketika trend naiknya selesai.

We make money, we change lives. Salam profit!

Ellen May (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed