Follow detikFinance
Senin, 21 Mei 2018 08:55 WIB

Oso Securities: IHSG Diperkirakan Melemah

Oso Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menutup perdagangan akhir pekan kemarin (18/05), IHSG ditutup melemah 0,56% ke level 5,783.31. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor Aneka memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,17% dan 1,86%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: ASII, BBNI, HMSP, BBRI, BBCA. Penurunan yang terjadi pada indeks dikarenakan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang telah menyentuh di atas level Rp 14.150.

Adapun rilisnya data BI 7-Days Repo Rate yang naik 0,25 poin menjadi 4,5% masih belum mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 689 miliar.

Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.069% ke level Rp 14,156.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones stagnan di level 24,715, S&P melemah terbatas 0.26%, dan Nasdaq turun 0.38%.

Penurunan terjadi seiring dengan pertemuan antara AS dan China, di mana pelaku pasar kemudian mengambil langkah antisipasi. Adapun kekhawatiran muncul dikarenakan ketidakpastian yang cukup lama serta belum adanya kesepakatan diantara kedua negara tersebut.

Sementara di tengah pelemahan indeks utama, Indeks Russell 2000 mampu mencatatkan penguatan sebesar 1.33 poin ke level 1,626.62.

IHSG ditutup melemah sebesar 0.56% ke level 5,783 dengan candle bearish. IHSG membentuk pola bearish penant dengan indikator Stochastic bergerak bearish dan MACD histogram bergerak negatif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG kembali bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,716 - 5,815. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed