Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: INKP, HMSP, ASII, TLKM, ADRO
Penurunan tipis yang terjadi pada IHSG dikarenakan adanya penantian para pelaku pasar terhadap rilisnya data Neraca Perdagangan bulan Mei pada (25/06) yang diperkirakan akan kembali mengalami defisit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam teritori positif pada perdagangan akhir pekan kemarin (22/06). Indeks Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.49% ke level 24.580 dan S&P naik 0.19% ke level 2754. Sedangkan Nasdaq melanjutkan penurunannya sebesar 0.26% ke level 7692.
Penguatan pada mayoritas indeks terjadi seiring dengan adanya kenaikan saham McDonald's Corp dan UnitedHealth Group Inc yang cukup signifikan. Sedangkan kenaikan Indeks S&P didukung oleh relinya harga minyak mentah berjangka pasca pernyataan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada Jumat pekan kemarin yang berhasil mencapai kesepakatan pada pertemuan di Wina dalam pengetatan pembatasan produksi minyak mentah.
Adapun perdagangan pekan kemarin lebih dipengaruhi oleh ketegangan seputar hubungan perdagangan antara AS dan China, yang digarisbawahi oleh ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan biaya tambahan 400 juta dolar pada barang-barang Tiongkok.
IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0.01% ke level 5,821 dengan candle doji. Stochastic berpeluang golden cross di area oversold dan MACD histogram bergerak negatif dengan volume turun tipis. Kami perkirakan IHSG berpotensi teknikal rebound dengan pergerakan di kisaran 5,785 - 5,890. (dna/dna)











































