Pelemahan pada IHSG terjadi seiring dengan aksi Profit Taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar setelah sebelumnya selama lima hari perdagangan berturut-turut berhasil mencatatkan penguatan.
Adapun rilisnya data Neraca Perdagangan Indonesia bulan Juni 2018 yang mengalami surplus sebesar US$ 1,74 miliar nampaknya belum mampu membawa IHSG ditutup dalam teritori positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas melemah pada perdagangan kemarin (16/07). Indeks S&P turun sebesar 0.10% ke level 2,798.43 dan Nasdaq tertekan sebesar 0.26% ke level 7,806.72.
Sedangkan Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.18% ke level 25,064.36.
Pelemahan pada indeks utama Wall St terjadi seiring dengan rilisnya data Retail sales AS bulan Juni yang melambat atau tumbuh sebesar 0.5% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang berhasil tumbuh sebesar 1.4%.
Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi dari adanya pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Rusia Vladimir Putin.
IHSG ditutup melemah sebesar 0.7% ke level 5,905. IHSG tidak mampu break resistance pada trendline dengan indikator Stochastic dead cross dan MACD histogram bergerak ke arah negatif dengan volume turun.
Kami perkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 5,807-5,941. (dna/dna)











































