Follow detikFinance
Kamis, 02 Agu 2018 08:54 WIB

OSO Securities: IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada perdagangan kemarin (1/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat sebesar 1,63% ke level 6.033,41. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, di mana sektor Aneka Industri dan Industri Dasar memimpin penguatan masing-masing sebesar 3,84% dan 2,97%. Adapun saham yang menjadi
penggerak indeks di antaranya: HMSP, MKPI, DSSA, TLKM, MYOR.

Kenaikan pada indeks terjadi seiring dengan rilisnya data inflasi bulan Juli 2018 yang turun menjadi 0,29% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun rilisnya data indeks manufaktur bulan Juli 2018 juga mengalami pertumbuhan menjadi 50,5 dari sebelumnya 50,3. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 629 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,18% ke level Rp 14.440.


Sementara itu, indeks utama bursa Wall street ditutup bervariatif pada perdagangan semalam dengan mayoritas berada di zona merah. Indeks Dow Jones turun 0,32%, S&P melemah 0,1%. Sedangkan Nasdaq menguat 0,46%. Pelemahan indeks terjadi di tengah rilisnya hasil pertemuan Federal Reserve yang menyatakan suku bunga acuan kemungkinan besar akan dinaikkan di September.

Kenaikan suku bunga ini terjadi dikarenakan tingkat inflasi AS yang mendekati target 2% serta membaiknya pasar tenaga Kerja. Sementara itu, sektor energi sedikit tertekan setelah rilisnya pasokan minyak mentah AS yang meningkat di atas perkiraan.

IHSG ditutup naik sebesar 1,6% ke level 6,033. IHSG kembali bullish setelah menyentuh support dynamic dengan indikator Stochastic kembali bullish, MACD histogram bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 5.992-6.100. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed