Follow detikFinance
Rabu, 08 Agu 2018 08:47 WIB

Kiwoom Sekuritas: IHSG Intip Peluang Menguat

Kiwoom Sekuritas - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kemarin indeks IHSG ditutup terkoreksi (-0.16%) menjadi 6,091. Penekan utama pada indeks agrikultur (-0.86%) dan keuangan (-0.75%). Sementara sektor yang menguat terbesar pada sektor pertambangan (+1.37%) dan industri dasar (+1.29%).

Asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 105,60 miliar.

Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa Indonesia bulan Juli 2018, di mana posisi cadangan devisa bulan Juli 2018 turun sebesar US$ 1,5 miliar menjadi US$ 118,3 jika dibanding akhir bulan Juni sebesar US$ 119,80 miliar.

Hal ini masih dapat dikatakan wajar setelah apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia bulan lalu di tengah koreksi yang terjadi di Rupiah dan pasar obligasi. Namun penurunan ini pun masih dalam rasio yang sehat bagi Bank Indonesia untuk mencukupi utang dan pembiayaan impor selama 6,7 bulan.

Di lain sisi, Amerika Serikat telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk membiarkannya menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah memenangkan sengketa perdagangan yang dikatakannya mengorbankan bisnis AS hingga US$ 350 juta pada tahun 2017, sebuah pengajuan AS yang diterbitkan oleh WTO.

Perkembangannya akan sangat dinantikan karena tentu akan menjadi sentiment negative bagi pasar. Sementara cadangan devisa China naik dari sebelumnya US$ 3,112.13T menjadi US$ 3,117.95T.

Secara teknikal, indeks IHSG mempunyai ruang penguatan dengan support dan resistance di level 6,075-6,110.


Simak Juga 'Pelemahan Rupiah di Mata Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed