Barang Konsumsi memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,09% dan 0,74%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBRI, UNVR, HMSP, BMRI, MAPA
Penguatan pada indeks terjadi ditengah rilisnya data defisit transaksi berjalan kuartal II 2018 sebesar US$ 8 miliar atau setara 3% dari PDB lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya sebesar 2,2% dari PDB.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 650 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.47% ke level 14,478.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks utama AS tertekan salah satunya dikarenakan krisis ekonomi yang terjadi di Turki. Selain itu, penurunan pada sektor teknologi dan keuangan sebesar 0.8% dan 1.2% juga turut menjadi pemberat
indeks Wall St.
Adapun pelemahan indeks ini terjadi ditengah rilisnya data harga konsumen AS bulan Juli yang menunjukkan adanya peningkatan seiring dengan naiknya inflasi inti yang menjadi 2.4% (yoy) lebih tinggi dibanding sebelumnya sebesar 2.3% (yoy).
IHSG ditutup menguat sebesar 0.20% ke level 6,077.17. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic bearish, MACD histogram bergerak ke arah negatif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6,007 - 6,107.
Saksikan juga video ' Washington-Ankara Memburuk, Pengaruhi Rupiah terhadap Dolar ':
(dna/dna)











































