Pelemahan yang terjadi pada indeks seiring dengan pelemahan yang terjadi pada bursa global. Pelemahan ini dipicu oleh krisis finansial yang terjadi di Turki akibat adanya penerapan kenaikan tarif baja dan aluminium dari AS serta belum adanya langkah dari pemerintah Turki yang mampu mendorong kestabilan mata uangnya yang mengalami pelemahan signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah negara terutama Eropa dan Asia.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 646 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,89% ke level 14,608
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan pada bursa utama AS terjadi terkait gejolak yang sedang berlangsung di Turki sehingga mengurangi minat investor untuk aset berisiko. Meskipun AS tidak memiliki banyak paparan ekonomi langsung ke negara tersebut, ketidakstabilan di wilayah tersebut memicu kekhawatiran bahwa masalahnya dapat meluas ke bagian lain dunia, sehingga memperburuk ketidakpastian seputar hubungan perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya.
IHSG ditutup turun dalam sebesar 3,6% ke level 5,861. IHSG ditutup break suppport terdekat dengan indikator Stochastic bearish, MACD histogram bergerak negatif dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG kembali bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6,739 - 5,928.
Saksikan juga video ' Washington-Ankara Memburuk, Pengaruhi Rupiah terhadap Dolar ':
(zlf/zlf)











































