dimana sektor Keuangan dan Industri Dasar memimpin penguatan masing-masing sebesar 2,10% dan 1,49%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, INTP.
Penguatan pada indeks terjadi ditengah terdepresiasinya nilai tukar Rupiah sebesar 0,44% menjadi Rp 14,638 per dollar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar asing mhembukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 548 miliar.
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona merah pada perdagangan kemarin (22/08). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.30% ke level 25656, S&P tertekan 0.17% ke level 2856 dan Nasdaq turun sebesar 0.13% ke level 7878.
Pelemahan pada indeks utama AS terjadi seiring dengan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan akan berkomitmen terhadap sengketa perdagangannya dengan China sehari setelah kedua belah pihak saling menerapkan tarif baru.
IHSG ditutup menguat sebesar 0,6% ke level 5,982. IHSG ditutup candle bullish dan mendekati resistance terdekat dengan indikator Stochastic bergerak ke area oversold, MACD histogram bergerak ke arah positif dengan volume meningkat tipis.
Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,928 - 6,025. (dna/dna)











































