Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: ASII, BMRI, HMSP, GGRM, INKP
Penurunan pada indeks terjadi akibat antispasi para pelaku pasar setelah rilisnya data Inflasi bulan Agustus 2018 yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,05%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 306 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,31% ke level 14,815
Sementara itu, indeks utama AS libur pada perdagangan kemarin (03/09) dikarenakan Amerika Serikat memperingati Hari Buruh, hari yang dikhususkan untuk menghormati para pekerja dan kontribusi mereka pada perekonomian Amerika. Pada tanggal 28 Juni 1884, Kongres meloloskan undang-undang yang menetapkan hari Senin pertama pada bulan September setiap tahun sebagai Hari Buruh, dan menjadikannya sebagai hari libur nasional
Adapun secara komoditas, harga minyak mentah berhasil menguat sebesar 0.34% ke level USD 70.04 per barel seiring dengan sanksi AS kepada Iran dalam membatasi ekspor minyaknya. Harga minyak naik pada hari Senin, didukung oleh kekhawatiran bahwa penurunan output Iran akan memperketat persediaan pasar setelah diterapkannya sanksi AS.
IHSG ditutup melemah sebesar 0,8% ke level 5,967. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic bearish, MACD histogram bergerak melemah dengan volume turun.
Kami perkirakan IHSG bergerak melemah terbatas dengan pergerakan di kisaran 5,919 - 6,003. (dna/dna)











































