OSO: IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

OSO: IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

OSO Securities - detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 08:49 WIB
OSO: IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pada perdagangan awal pekan ini (17/09), IHSG ditutup melemah sebesar 1,80% ke level 5,824.28. Seluruh indeks sektoral kompak berakhir dalam zona merah, dimana sektor Aneka Industri dan Infrastruktur memimpin pelemahan masing-masing sebesar 3,07% dan 2,50%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya : BBRI, TLKM, ASII, BMRI, HMSP.

Pelemahan yang terjadi pada indeks disebabkan adanya kekhawatiran para pelaku pasar pasca rilis data Neraca Perdagangan bulan Agustus 2018 yang tercatat mengalami defisit sebesar US$ 1,02 miliar, hal ini dikarenakan minimnya kegiatan Ekspor pada bulan kemarin yang hanya sebesar 4,15% meleset dari yang diperkirakan sebelumnya sebesar 10,03%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pasar asing mhembukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 394 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,49% ke level 14,880.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona negatif pada perdagangan awal pekan kemarin (17/09). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.35% ke level 26062, S&P tertekan 0.56% ke level 2888 dan Nasdaq turun sebesar 1.43% ke level 7895.

Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan pengumuman kenaikan tarif barang impor barang China senilai US$ 200 miliar oleh Presiden AS Donald Trump semalam. Adapun sektor yang menjadi pemberat indeks diantaranya sektor konsumen discretionary dan teknologi inline dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Presiden Trump tersebut.

IHSG ditutup melemah sebesar 1.8% ke level 5,824. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic dead cross, MACD histogram bergerak negatif dengan trend volume turun. Kami perkirakan IHSG kembali bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,743 - 5,865. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads