Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya : BBRI, TLKM, ASII, BMRI, HMSP.
Pelemahan yang terjadi pada indeks disebabkan adanya kekhawatiran para pelaku pasar pasca rilis data Neraca Perdagangan bulan Agustus 2018 yang tercatat mengalami defisit sebesar US$ 1,02 miliar, hal ini dikarenakan minimnya kegiatan Ekspor pada bulan kemarin yang hanya sebesar 4,15% meleset dari yang diperkirakan sebelumnya sebesar 10,03%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona negatif pada perdagangan awal pekan kemarin (17/09). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.35% ke level 26062, S&P tertekan 0.56% ke level 2888 dan Nasdaq turun sebesar 1.43% ke level 7895.
Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan pengumuman kenaikan tarif barang impor barang China senilai US$ 200 miliar oleh Presiden AS Donald Trump semalam. Adapun sektor yang menjadi pemberat indeks diantaranya sektor konsumen discretionary dan teknologi inline dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Presiden Trump tersebut.
IHSG ditutup melemah sebesar 1.8% ke level 5,824. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic dead cross, MACD histogram bergerak negatif dengan trend volume turun. Kami perkirakan IHSG kembali bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,743 - 5,865. (dna/dna)











































