Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBRI, ASII, BMRI, TLKM, HMSP
Kenaikan pada indeks seiring dengan respon positif dari para pelaku pasar setelah adanya statement dari menteri keuangan yang menyatakan optimisme atas pertumbuhan ekonomi 5,2% di tahun ini dapat tercapai, hal ini juga mampu menarik pelaku pasar asing untuk kembali mencatatkan netbuy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 221 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,18% ke level 14,849
Sementara itu, indeks utama bursa AS kompak ditutup dalam zona hijau pada perdagangan dini hari (20/09). Indeks Dow Jones naik 0.95%, S&P menguat 0.78%, dan Nasdaq terangkat 0.98% didukung kenaikan sektor teknologi.
Optimisme pelaku pasar atas kondisi perekonomian AS yang dirasa mulai menunjukkan perbaikan dengan rilisnya data tenaga kerja yang kuat dengan gaji yang cukup tinggi mendorong kenaikan pada ketiga indeks utama AS.
Selain itu rilisnya data initial jobless claims AS per 15 September sebanyak 201k pengangguran turun dari sebelumnya sebanyak 204k turut menjadi penggerak indeks.
IHSG ditutup menguat sebesar 1% ke level 5,931. IHSG ditutup candle bullish untuk menguji resistance terdekat dengan indikator Stochastic kembali golden cross, MACD histogram bergerak positif dengan volume turun.
Kami perkirakan IHSG kembali menguat dengan pergerakan di kisaran 5,889 -6,003. (dna/dna)











































