penguatan masing-masing sebesar 1,39% dan 0,96%.
Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBNI, HMSP, INKP, BBRI, & UNTR.
Penguatan pada indeks salah satunya terdorong dari aksi para pelaku pasar asing yang perlahan mulai kembali melakukan aksi beli bersih (netbuy), tercatat pada perdagangan akhir pekan kemarin Investor asing membukukan
netbuy lebih dari Rp 1 triliun.
Adapun aksi tersebut dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya statement dari pemerintah yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat mencapai target yakni sebesar 5,2% serta nilai tukar rupiah yang berhasil terapresiasi
sebesar 0.22% ke level Rp 14,817.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
teritori negatif. Indeks S&P melemah terbatas 0.04% dan Nasdaq koreksi sebesar 0.51%. Sedangkan Dow Jones berhasil menguat 0.32% di tengah pelemahan indeks utama lainnya.
Pelemahan pada mayoritas indeks dikarenakan adanya perubahan struktur komposisi dalam sektor serta rebalancing triwulanan yang menyebabkan beberapa penyesuaian dan penilaian atas portofolio mereka.
Selain itu, pelemahan yang terjadi pada mayoritas indeks salah satunya juga disebabkan oleh sentimen negatif yang berasal dari data ekonomi yang rilis di antaranya Markit Composite PMI Flash bulan September di level 53.4 lebih
rendah dibandingkan periode sebelumnya yang di level 54.7, kemudian data Markit Service PMI Flash bulan September juga turut mencatatkan
penurunan di level 52.9 dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 54.8.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.4% ke level 5,957. IHSG ditutup candle bullish dengan pola doji dengan indikator Stochastic di rasio 80%, MACD histogram bergerak positif dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dengan pergerakan di kisaran 5,905 - 5,982.
Saksikan juga video 'Menkeu: Rata-rata Nilai Rupiah ke Dolar Rp 13.977':
(eds/eds)











































