Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBRI, UNTR, TLKM, ICBP, GGRM. Pergerakan pada indeks masih cenderung terpengaruhi respons penantian para pasar terhadap rilis keputusan suku bunga acuan BI-7 Days Repo Rate pada (27/09) yang diperkirakan naik menjadi 5,75%. Perkiraan tersebut seiring dengan rencana bank sentral Amerika Serikat yang juga akan menaikkan suku bunga acuannya
menjadi 2,25% Rabu (27/09).
Pelaku pasar asing mhembukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 233 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan indeks tersebut terjadi pasca rilisnya keputusan The Fed yang menetapkan suku bunga di level 2.25% atau naik 25 BPS. Kenaikan ini kemudian direspon pelaku pasar dengan melakukan antisipasi atas aset-aset berisiko seiring adanya potensi kenaikan Suku bunga sekali lagi pada bulan Desember 2018, kemungkinan tiga kali pada tahun 2019, dan satu kali pada tahun 2020.
IHSG ditutup melemah sebesar 0.02% ke level 5,870. IHSG tidak mampu break high candle sebelumnya di level 5,895 dengan indikator Stochastic bergerak bearish, MACD histogram bergerak turun dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,769 - 5,908. (eds/eds)











































