Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 01 Okt 2018 08:48 WIB

Oso Securites: IHSG Diperkirakan Melemah

Oso Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan kemarin (28/09), IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,80% ke level 5,976.55. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor Perkebunan dan Industri Dasar memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,69% dan 1,38%.

Penguatan pada indeks terjadi ditengah penantian para pelaku pasar erhadap rilisnya data Inflasi bulan September pada awal pekan ini (01/10) yang diperkirakan masih mengalami deflasi. Pelaku pasar asing mhembukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 85 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,13% ke level 14,903

Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona hijau pada perdagangan akhir pekan kemarin (28/09). Indeks Dow Jones dan Nasdaq naik tipis 0.07% dan
0.05%, sedangkan satu indeks lainnya yakni S&P ditutup flat. Terbatasnya pergerakan indeks salah satunya dikarenakan sentimen dari kekhawatiran atas target defisit anggaran Italia sebesar 2.4% dari GDP
(dalam tiga tahun kedepan).

Meskipun dalam batas ketentuan Uni Eropa di kisaran 3%, namun pelaku pasar khawatir pemerintah Italia tidak mampu berkomitmen dengan hal tersebut dikarenakan posisi hutang
Italia merupakan yang terbesar di Uni Eropa setelah Yunani yakni dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 130%.

IHSG ditutup menguat sebesar 0.80% ke level 5,976. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic bergerak ke area overbought, MACD histogram bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,908 - 6,018. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed