Penguatan pada indeks terjadi ditengah penantian para pelaku pasar erhadap rilisnya data Inflasi bulan September pada awal pekan ini (01/10) yang diperkirakan masih mengalami deflasi. Pelaku pasar asing mhembukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 85 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,13% ke level 14,903
Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona hijau pada perdagangan akhir pekan kemarin (28/09). Indeks Dow Jones dan Nasdaq naik tipis 0.07% dan
0.05%, sedangkan satu indeks lainnya yakni S&P ditutup flat. Terbatasnya pergerakan indeks salah satunya dikarenakan sentimen dari kekhawatiran atas target defisit anggaran Italia sebesar 2.4% dari GDP
(dalam tiga tahun kedepan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Italia merupakan yang terbesar di Uni Eropa setelah Yunani yakni dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 130%.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.80% ke level 5,976. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic bergerak ke area overbought, MACD histogram bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,908 - 6,018. (zlf/zlf)











































