Penguatan pada indeks terjadi di tengah melemahnya sektor pertambangan terutama emiten pertambangan batubara dan minyak, pelemahan ini terjadi dikarenakan menurunnya harga komoditas itu sendiri, tercatat harga komoditas batu bara kembali berada di bawah level US$ 100 per ton, sementara harga minyak telah menurun 11% dalam sebulan terakhir.
Adapun pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi sentimen positif bagi indeks pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 199 miliar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terapresiasi sebesar 0,48% ke level Rp 14,475.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, adanya perayaan Thanksgiving beberapa waktu lalu nampaknya berhasil meningkatkan konsumsi yang pada akhirnya mendukung ekspektasi atas saham-saham sektor ritel. Adapun dari sektor energi juga terkoreksi dengan harapan pasokan akan segera mengalami penurunan.
IHSG ditutup menguat sebesar 028% ke level 6.022. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic kembali bullish, MACD line masih bergerak bullish dengan volume meningkat tipis. Kami perkirakan IHSG melanjutkan penguatan dengan pergerakan di kisaran 5.990-6.086. (ara/ara)











































