Properti memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,95% dan 1,10%.
Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: UNVR, TLKM, BBCA, dan BBNI.
Pergerakan indeks pada awal pekan ini masih ditopang oleh terapresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sejak awal tahun terus menguat hingga di bawah level Rp 14,100 atau sebesar
2.37%. Selain itu para pelaku pasar optimis akan rilisnya data Indeks Kepercayaan Konsumen bulan Desember 2018 yang kemungkinan besar tumbuh lebih baik seiring dengan meningkatnya konsumsi Natal dan tahun baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori positif pada perdagangan hari Senin (07/01). Indeks Dow Jones naik 0.42%, S&P terangkat 0.70% dan Nasdaq menguat paling besar 1.26% didukung oleh saham Amazon dan Netflix.
Penguatan indeks inline dengan pergerakan bursa saham global yang diindikasikan dengan indeks MSCI di 47 negara yang naik sebesar 0.88%. Hal ini dikarenakan pelaku pasar optimis akan keberhasilan pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Adapun Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross memperkirakan pada hari Senin bahwa Beijing dan Washington dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang diharapkan.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.20% ke level 6,287. IHSG ditutup candle bearish dengan indikator Stochastic masih bullish dan MACD histogram bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah antisipasi aksi ambil untung dengan pergerakan di kisaran 6,221-6,317. (dna/dna)











































