Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: TLKM,CPIN, ASII, INTP, MKPI. Penguatan yang terjadi pada indeks seiring dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia Pasific yang ditutup naik, adapun penguatan tersebut disebabkan adanya pernyataan dari Gubernur Fed, Jerome Powell yang menegaskan sikap Bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk bersabar terkait kebijakan suku bunga di tahun ini. Hal tersebut mampu direspon positif oleh
para pelaku pasar yang menilai suku bunga AS tidak akan seagresif tahun 2018.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy)sebesar Rp 852 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0,55% ke level Rp 14,048.
Sementara itu, indeks utama bursa saham AS ditutup kompak dalam zona merah pada perdagangan Jum'at (11/01). Indeks Dow Jones dan S&P ditutup melemah tipis 0,02% & 0.01%, serta Nasdaq melemah 0.21%.
Penurunan pada Indeks utama pada pekan kemarin terjadi dikarenakan pelaku pasar mengambil langkah antisipasi dan profit taking jelang rilisnya data laporan keuangan kuartal IV di sektor perbankan pekan ini.
Pelaku pasar menghawatirkan atas kondisi kenaikan suku bunga di 2018 serta ancaman atas perlambatan ekonomi.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.5% ke level 6,361. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic kembali bullish dan MACD histogram masih bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6,274-6,401. (eds/eds)











































