Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 24 Jan 2019 08:50 WIB

OSO: Hati-hati IHSG Diprediksi Melemah

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan kemarin (17/01), IHSG ditutup menguat sebesar 0,16% ke level 6,423,78. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, dimana sektor Industri Dasar dan Keuangan memimpin penguatan masing-masing sebesar 0,76% dan 0,49%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: UNVR, BBCA, BBRI, BMRI, UNTR

Penguatan yang terjadi pada indeks seiring dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan BI 7-Days Repo Rate bulan Januari 2019 di level 6%, keputusan tersebut masih sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya yang menilai BI akan tetap menahan suku bunga acuannya.




Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bers (Netbuy) sebesar Rp 1,61 triliun. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,72% ke level 14,192.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori positif. Indeks Dow Jones naik 0.67%, S&P menguat 0.76% dan Nasdaq terangkat 0.71%.

Penguatan indeks inline dengan optimisme pasar menyikapi pejabat AS terkait pertimbangan beberapa tarif pada produk-produk Cina dalam upaya untuk memperoleh lebih banyak konsesi dari China
terkait kesepakatan perdagangan bilateral dan untuk menstabilkan pasar keuangan.

Selain itu sentimen positif juga berasal dari rilisnya jumlah penganggur baru Amerika yang turun (pekan yang berakhir 12 Januari) menjadi 213.000 dari 216.000 di minggu sebelumnya .

IHSG ditutup menguat sebesar 0.2% ke level 6,423. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic overbought dan MACD histogram turun dengan volume turun.

Kami perkirakan IHSG bergerak melemah antisipasi profit taking dengan pergerakan di kisaran 6,333-6,461. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed