Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Apr 2019 08:40 WIB

OSO Securities: IHSG Intip Penguatan Jelang Rilis Cadangan Devisa

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan kemarin (05/04), IHSG ditutup melemah sebesar 0.32% ke level 6,474.02.Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, di mana sektor Pertambangan dan Barang Konsumsi memimpin pelemahan masing-masing sebesar 1.09% dan 0.69%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: HMSP, BMRI, BBCA. TPIA, GGRM. Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 435 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.64% ke level 14.133.

Pada perdagangan Jum'at (5/4) bursa saham Wall Street ditutup menguat, di mana Dow Jones naik 0.15%, S&P 500 menguat 0.46% dan Nasdaq positif 0.59%. Penguatan tersebut seiring dengan rilisnya data Non-Farm Payrolls AS pada bulan Maret 2019 yang tercatat naik 196 ribu, angka tersebut melampaui perkiraan para pelaku pasar yakni 180 ribu.

Perolehan tersebut dinilai para pelaku pasar sebagai jaminan prospek ekonomi yang akan baik ke depannya.

IHSG pada perdagangan pagi hari ini memiliki peluang untuk menguat secara teknikal. Secara teknikal, IHSG ditutup bearish candle dengan trend minor sideways.

Adapun indikator Stochastic netral dan MACD line flat dengan Volume meningkat tipis. Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 6,454 - 6,525.

Namun, pada data ekonomi terlihat adanya pesimisme akan rilisnya data cadangan devisa Indonesia periode Maret yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan demikian, IHSG yang secara teknikal berpotensi menguat masih memiliki potensi untuk mengalami penurunan terbatas jika perkiraan akan cadangan devisa Maret dilaporkan turun pada pukul 12.00 WIB hari ini. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com