Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Jun 2019 08:50 WIB

Rawan Profit Taking, IHSG Diperkirakan Melemah ke 6.207

OSO - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan kemarin (11/6) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,26% ke level 6.305,99. Sebanyak enam dari 10 indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, di mana sektor Pertambangan dan Infrastruktur memimpin penguatan masing-masing sebesar 0,64% dan 0,55%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya: FREN, TPIA, ICBP, BBCA, HMSP.

Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 241 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,21% ke level Rp 14.239.

Sementara itu pada perdagangan semalam (11/6) bursa saham Wall Street ditutup melemah tipis, di mana Dow Jones turun 0,05%, S&P 500 melemah 0,04% dan Nasdaq negatif 0,01%.


Minimnya sentimen positif menjadi salah satu penahan laju pergerakan indeks pada perdagangan semalam, penantian para pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed dan perundingan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang akan dibahas dalam pertemuan G20 pada akhir bulan ini.

Adapun sebelumnya presiden AS Donald Trump mengatakan jika dia tidak akan membuat kesepakatan kecuali China menyetujui empat dari lima poin dari tuntutan yang diajukan AS. Selain itu Trump juga mengancam akan kembali menaikkan tarif impor lebih tinggi kepada China jika tidak ada kesepakatan dalam pertemuan G20 nanti.

IHSG ditutup menguat sebesar 0,3% ke level 6.305. IHSG rawan profit taking, diperkirakan IHSG melemah untuk menutup area gap terlebih dahulu dengan pergerakan di kisaran 6.207-6.334. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com