IHSG Diproyeksi Melemah Lewat Aksi Ambil Untung

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 16 Jul 2019 08:55 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - IHSG ditutup menguat di level 6,418.23 (+0.704%), Penguatan didorong oleh Infrastructure (+1.64%) dan Basic-IND (+1.21%).Penguatan didorong oleh menguatnya nilai tukar rupiah dan surplus neraca perdagangan meskipun dinilai hanya surplus tipis.

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 27,359.16 (+0.10%), NASDAQ ditutup 8,258.18 (+0.17%), S&P 500 ditutup 3,014.30 (+0.02%).

Bursa saham US ditutup menguat tipis walau pun Dow Jones mencatat new high, namun sentimen laporan keuangan kuartal 2 membebani investor sehingga penguatan bursa saham US masih cukup terbatas. Sedangkan pasar Asia melanjutkan penguatan walaupun data GDP ekonomi china hanya bertumbuh 6.2%, namun investor melihat angka ini sesuai dengan prediksi dan ekspektasi, sehingga tidak mempengaruhi banyak keputusan investasi yang sebelumnya sudah mengantisipasi penurunan GDP China.

Pada kuartal ini, investor lebih defensive karena memiliki antisipasi kualitas pendapatan perusahaan global menurun akibat perang dagang.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought menunjukkan potensi pelemahan dalam jangka pendek. Kemungkinan akan ada aksi profit taking.

Resistance 2 : 6,455
Resistance 1 : 6,436
Support 1 : 6,402
Support 2 : 6,387

Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)