Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Okt 2019 08:45 WIB

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan awal bulan ini (01/10) IHSG ditutup melemah sebesar 0.50% ke level 6,138.25. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, di mana
sektor infrastruktur dan pertambangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 0.99% dan 0.68%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya ; BBRI, TLKM, TCPI, BBCA, BMRI. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) senilai Rp 607 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.30% ke level 14.216.

Pada perdagangan semalam (01/10) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar
1.28%, 1.23% dan 1.13%. Pelemahan itu sendiri dikarenakan adanya kekhawatiran pasar terhadap resesi manufaktur di Amerika Serikat (AS), setelah rilisnya data
OSM.

Manufaktur AS bulan September yang turun ke level terendah 10 tahun di mana turun ke level 47.8 dari sebelumnya di level 49.1. Data tersebut juga cukup jauh dari perkiraan pasar sebelumnya yang mengira bahwa data Manufaktur AS naik ke level 50.1.

Sementara itu kondisi tersebut juga terbilang sama dengan apa yang dialami di beberapa negara di Eropa, Inggris, Jepang termasuk juga China dan membuat kekhawatiran pasar terhadap resesi Manufaktur global terus meningkat.

IHSG ditutup melemah sebesar 0.5% ke level 6.138. IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD histogram bergerak negatif dengan
Volume turun. Kami perkirakan IHSG kembali melanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 6086-6.152.

Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com