sektor infrastruktur dan pertambangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 0.99% dan 0.68%.
Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya ; BBRI, TLKM, TCPI, BBCA, BMRI. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) senilai Rp 607 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.30% ke level 14.216.
Pada perdagangan semalam (01/10) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar
1.28%, 1.23% dan 1.13%. Pelemahan itu sendiri dikarenakan adanya kekhawatiran pasar terhadap resesi manufaktur di Amerika Serikat (AS), setelah rilisnya data
OSM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu kondisi tersebut juga terbilang sama dengan apa yang dialami di beberapa negara di Eropa, Inggris, Jepang termasuk juga China dan membuat kekhawatiran pasar terhadap resesi Manufaktur global terus meningkat.
IHSG ditutup melemah sebesar 0.5% ke level 6.138. IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD histogram bergerak negatif dengan
Volume turun. Kami perkirakan IHSG kembali melanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 6086-6.152.
(eds/eds)











































