Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 08:49 WIB

Jelang Rilis Bunga The Fed, IHSG Diprediksi Loyo

Artha Sekuritas - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - IHSG ditutup menguat di level 6,295.75 (+0.23%). Penguatan didorong oleh Mining (+2.37%) dan Agriculture (+0.54%).

IHSG ditutup menguat setelah adanya persetujuan antara China dan Amerika Serikat namun cukup terbatas karena investor cenderung wait and see menjelang penetapan suku bunga The Fed.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27,186.69 (+0.43%), NASDAQ ditutup 8,303.98 (+0.33%), S&P 500 ditutup 3,046.77 (+0.33%).

Bursa US ditutup menguat setelah The Fed memberi keputusan untuk menurunkan suku bunga dari 2.0% menjadi 1.75%. Penurunan suku bunga The Fed ke 3 dalam 2019, namun Jerome Powell telah memberikan sinyal bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut akan dikaji lebih dahulu.

Jerom Powell mengatakan bawah tidak lagi ada kelanjutan penurunan suku bunga kecuali apabila inflasi dapat meningkat dengan pesat dengan target 2.0%. pertemuan APEC di mana President Trump dan Xi Jing Ping akan bertemu untuk menandatangani fase 1 perjanjian US-China mendadak dibatalkan atas banyaknya protes yang sedang berlangsung pada negara tersebut. Hal ini akan memberikan sentimen negative pada saat musim laporan keuangan selesai.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indikator stochastic bergerak di area overbought dan MACD menunjukkan distribusi mengindikasikan akan ada koreksi. Pergerakan akan dipengaruhi oleh penetapan suku bunga The Fed.

Resistance 2 : 6,327
Resistance 1 : 6,312
Support 1 : 6,273
Support 2 : 6,249

Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com