Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Des 2019 08:54 WIB

IHSG Diperkirakan Menguat di Awal Pekan

OSO Securities - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan kemarin (6/12) IHSG ditutup menguat sebesar 0.56% ke level 6,186.87. Sebanyak delapan dari 10 indeks sektoral kompak ditutup dalam zona hijau, di mana sektor perkebunan dan properti memimpin penguatan masing-masing sebesar 2,7% dan 2,2%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya HMSP, BBCA, TLKM, BRPT, BNLI.

Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 774 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,48% ke level Rp 14.038.

Pada perdagangan Jumat (6/12) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona hijau, dimana Dow Jones naik 1,22%, disusul Nasdaq dan S&P 500 yang menguat masing-masing sebesar 1% dan 0,91%.


Penguatan tersebut terdorong oleh beberapa faktor di antaranya adalah data ekonomi AS yang positif pada bulan November kemarin, tercatat data lapangan pekerjaan AS bulan November bertambah sebanyak 266 ribu angka ini merupakan yang terbesar selama 10 bulan terakhir.

Selain itu data pengangguran AS juga tercatat turun di mana saat ini berada di level 3,5% dari sebelumnya sebesar 3,6%. Sementara itu pernyataan dari pemerintah AS yang menyebut perundingan dagang dengan China hingga saat ini berjalan baik, nyatanya mampu menenangkan pasar meskipun nantinya tarif baru barang impor China berlaku pada 15 Desember mendatang.

IHSG ditutup menguat sebesar 0,56% ke level 6.186. Diperkirakan IHSG berpeluang lanjutkan penguatan dengan pergerakan di kisaran 6.132-6.245.

Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com