Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Jan 2020 08:49 WIB

IHSG Diprediksi Merah Awal Pekan

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (03/01) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0.63% ke level 6.323,47. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor industri dasar dan infrastruktur memimpin penguatan masing-masing lebih dari 1%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya ; BBCA, TLKM, HMSP, CPIN, ASII.

Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) senilai Rp 773 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.46% ke level 13.930.
Global Review. Pada perdagangan Jum'at (03/01) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, dimana Dow Jones melemah 0.81%, disusul Nasdaq dan S&P 500 yang turun sebesar 0.79% dan 0.78%.


Pelemahan tersebut terjadi seiring dengan kekhawatiran geopolitik di timur tengah yang kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Baghdad menewaskan Jendral Iran Qassem Solemani dalam serangan udara yang terjadi pada Jum'at sore.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan akan adanya perang antar kedua negara setelah pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan
melakukan serangan balasan terhadap AS, selain itu kondisi tersebut juga membuat harga minyak naik cukup signifikan pada akhir pekan kemarin setelah adanya kekhawatiran penuruan pasokan minyak global.

IHSG ditutup menguat sebesar 0.6% ke level 6.323. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD line bergerak bullish dengan Volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.249 - 6.337 antisipasi sentimen negatif ancaman perang antara AS-Iran.


IHSG Diprediksi Merah Awal Pekan


Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com