IHSG Diperkirakan Melemah di Awal Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 09 Mar 2020 08:50 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 5.498,54 (-2,48%) pekan lalu. Pelemahan didorong oleh sektor aneka industri (-4,96%) dan keuangan (-3,06%).

IHSG ditutup melemah mengalami koreksi diakibatkan kekhawatiran dari penyebaran corona. Data cadangan devisa dirilis di level US$ 130,4 miliar masih dinilai cukup baik meskipun tidak mampu menopang pergerakan IHSG.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 25.864,78 (-0,98%), NASDAQ ditutup 8.575,62 (-1,86%), S&P 500 ditutup 2.972,62 (-1,86%). Bursa saham AS ditutup melemah pada Jumat lalu.

Penurunan masih didorong oleh ketakutan atas virus corona yang terus menyebar di luar wilayah China secara cepat. Meskipun, data ekonomi AS tentang pekerjaan dilaporkan membaik. AS menambahkan 273.000 pekerjaan baru pada bulan Februari, lebih tinggi daripada perkiraan analis sebesar 175.000 pekerjaan baru.

Namun, selain virus corona, kini muncul krisis baru yaitu penurunan harga minyak sebesar 30% lebih setelah OPEC dan aliansinya tidak menyetujui rapat untuk pemangkasan produksi. Bursa Asia dibuka menurun tajam di mana pasar Jepang telah menurun lebih dari 4% dan Australia lebih dari 5%.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.446-5.604. Pergerakan masih akan dipengaruhi kekhawatiran terkait penyebaran covid-19.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)