Minim Sentimen Positif, IHSG Diproyeksi Masih Loyo

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 08:49 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 5,136.81 (-6.58%). Pelemahan didorong oleh Misc-IND (-9.42%) dan Agriculture (-7.92%).

IHSG ditutup melemah setelah harga minyak dunia turun cukup mengejutkan dan menyebabkan panic selling pada bursa saham. Pelemahan sejalan dengan melemahnya Bursa Asia yang juga melemah lebih dari 4% hingga akhir sesi perdagangan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 23,851.78 (-7.79%), NASDAQ ditutup 7,950.68 (-7.29%), S&P 500 ditutup 2,756.56 (-7.60%).

Bursa saham US ditutup melemah. Penurunan terjadi terdalam, mirip dengan krisis finansial pada tahun 2008. Transaksi dari indeks S&P 500 sempat dibekukan karena menurun terlalu tajam. Investor terus mencari aset yang memiliki risiko lebih rendah seperti Treasury Notes yang dimana yield terus menurun ke level 0.5% dari 0.8% akhir pekan lalu.

Selain itu harga minyak masih berkisar di level $33/barrel dan belum terlihat akan pulih dalam waktu dekat. Bursa Asia dibuka masih menurun, namun tidak lebih buruk dibandingkan perdagangan kemarin setelah Trump mengumumkan pemangkasan pajak untuk menghindari perusahaan tidak menggaji karyawannya.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body dengan volume yang cukup tinggi. Investor masih akan cenderung wait and see menunggu ada sentimen positif. Pergerakan masih akan cukup volatile namun rentang pelemahan diperkirakan mulai terbatas.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)