Jelang Rilis Bunga Acuan BI, IHSG Diproyeksi Tetap Merah

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2020 08:46 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 4,317.96 (-3.11%). Pelemahan didorong oleh Infrastructure (-3.85%) dan Consumer (-3.77%).

IHSG ditutup melemah seiring pelemahan bursa regional Asia. Pelemahan masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona terutama dari dalam negeri.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 19,898.92 (-6.30%), NASDAQ ditutup 6,989.84 (-4.70%), S&P 500 ditutup 2,398.12 (-5.18%).
Bursa saham US ditutup melemah tajam.

Investor masih terus memberikan tekanan jual dari meningkatnya kasus Covid19 terutama di dalam US dan di negara lainnya. Terlihat respon dari investor terhadap hasil voting senat terhadap rencana bantuan dana langsung untuk penanggulangan dampak buruk dari Covid-19 menahan pelemahan pada menit terakhir perdagangan bursa di US.

Bursa saham di Asia dibuka menguat setelah ECB mengumumkan US$821 miliar paket stimulus untuk menahan kondisi ekonomi di Eropa. Tentunya sentimen positif ini akan terus dikaji seiring dengan perkembangan Covid19 di dalam Eropa sendiri.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal trend bearish masih cukup kuat. Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian dari perekonomian akibat dampak dari coronavirus terutama semakin tingginya kasus dari dalam negeri. Investor akan berfokus pada penetapan suku bunga dan pernyataan terkait perekonomian dari Bank Indonesia.

Resistance 2 : 4,548
Resistance 1 : 4,432
Support 1 : 4,243
Support 2 : 4,170



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)