IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 24 Mar 2020 08:38 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 3.989,52 (-4,89%). Pelemahan didorong oleh industri dasar (-5,87%) dan konsumsi (-5,75%).

IHSG ditutup melemah didorong aksi jual setelah penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan di Eropa dan di dalam negeri. Nilai tukar rupiah juga semakin melemah.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 18,591.93 (-3.04%), NASDAQ ditutup 6,860.67 (-0.27%), S&P 500 ditutup 2,237.40 (-2.93%).

Pelemahan terjadi saat senat AS menolak proposal dari White House untuk memberikan stimulus ekonomi terkait wabah Covid-19. Index mengalami penurunan tajam yang kemudian ditopang oleh kebijakan The Fed untuk melakukan pembelian kembali aset tanpa batas.

Hal tersebut dilakukan untuk menopang pasar keuangan sehingga pasar Asia dibuka positif pada hari ini dengan harapan stimulus The Fed dapat memperkuat sektor keuangan secara global. Investor akan terus memantau perkembangan Covid19 sebagai katalis utama pergerakan pasar.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di 3.833-4.273. Semakin gencarnya stimulus perekonomian terutama dari The Fed diperkirakan akan mendorong optimisme pasar.

Namun penguatan diperkirakan masih terbatas akibat penyebaran corona terutama dari dalam negeri dan volatilitas nilai tukar rupiah.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)