Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Apr 2020 08:32 WIB

IHSG Diperkirakan Melemah di Awal Pekan

OSO Securities - detikFinance
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%. Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (3/3) IHSG ditutup menguat sebesar 2.02% ke level 4.623,43. Sebanyak sembilan dari 10 indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, di mana sektor industri dasar dan infrastruktur memimpin penguatan masing-masing sebesar 8.52% dan 2.83%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya TPIA, BRPT, BMRI, BBCA, HMSP. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) Rp 16 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,12% ke level Rp 16.430.

Pada perdagangan Jumat (3/4) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, di mana Dow Jones melemah sebesar 1,69%, disusul S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing melemah lebih dari 1,5%.

Pelemahan tersebut masih dikarenakan dampak yang ditimbulkan akibat virus corona, tercatat data lapangan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret turun sebanyak 701 ribu pekerjaan.

Data tersebut mengakhiri catatan rekor data pertumbuhan pekerjaan di AS selama 113 bulan. Selain itu data pengangguran di AS bulan Maret tercatat 4,4% meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,5%.

IHSG ditutup menguat sebesar 2,02% ke level 4.623. Diperkirakan IHSG bergerak cenderung melemah antisipasi profit taking dengan pergerakan di kisaran 4.445-4.697.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com