Usai Libur Panjang, IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas

OSO Securities - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 08:39 WIB
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/2/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jatuh 81,234 poin (1,70%) ke level 4.697,560.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pada perdagangan Kamis (09/04) IHSG ditutup menguat sebesar 0.48% ke level 4.649.08. Delapan dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor aneka industri dan barang konsumsi memimpin penguatan masing-masing sebesar 4.49% dan 2.10%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya; ASII, HMSP, ICBP, UNVR, CASA. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) senilai Rp 514 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 2.02% ke level 15.880.

Adapun bursa saham Wall Street (09/04) kompak ditutup dalam zona hijau, di mana Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik sebesar 1.27% dan 1.45%, sedangkan Nasdaq menguat sebesar 0.77%.

Penguatan tersebut didorong oleh kebijakan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) yang akan mengeluarkan program-program untuk mendukung pemerintah dan bisnis lokal untuk membendung wabah virus corona, di antaranya melalui paket kebijakan Fed sebesar US$ 2,3 triliun, bank sentral AS akan bekerja sama dengan bank untuk menawarkan pinjaman empat tahun kepada perusahaan-perusahaan yang jumlah karyawannya mencapai 10.000 orang serta kebijakan secara langsung membeli obligasi untuk meningkatkan kembali pasar obligasi pasca penurunan kemarin.

IHSG ditutup menguat sebesar 0,48% ke level 4.649,079. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic bearish dan MACD histogram bergerak turun dengan Volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 4.473 - 4.780.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)