Pergerakan Terbatas, IHSG Diproyeksi Kembali Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 08:44 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4,706.49 (+1.79%), penguatan didorong oleh Basic-IND (+4.80%) dan Infrastructure (+2.34%).

IHSG ditutup menguat melihat data neraca perdagangan china cukup baik meskipun terpengaruh pandemic. BI memastikan suku bunga tetap di level 4.50% untuk menjaga stabilitas eksternal.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 23,949.76 (+2.39%), NASDAQ ditutup 8,515.74 (+3.95%), S&P 500 ditutup 2,846.06 (+3.06%).
Bursa saham US ditutup menguat pada perdagangan Selasa lalu. Hal tersebut didorong oleh kepercayaan investor akan kasus Covid-19 yang mulai membaik dibandingkan minggu lalu. Selain itu, sudah mulai ada perbincangan bahwa Trump akan membuka kembali kegiatan ekonomi US yang saat ini sedang didiskusikan. Namun, data pendapatan emiten US banyak yang mengalami penurunan sebagai dampak dari tutupnya ekonomi. Sedangkan bursa asia dibuka bercampur dimana investor di Asia mencerna pernyataan IMF bahwa kondisi ekonomi global sangat mirip dengan Great Depression.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk doji tertahan di sekitar support jangka pendek. Pergerakan masih akan dibayangi perkembangan terkait covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dari dalam negeri. Serta investor akan menanti dampaknya terhadap data neraca perdagangan. Pergerakan diperkirakan akan terbatas.

Resistance 2 : 4,761
Resistance 1 : 4,733
Support 1 : 4,651
Support 2 : 4,597



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)