Belum Ada Sentimen Positif, IHSG Diproyeksi Turun Lebih Dalam

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 08:41 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 4,480.61 (-3.14%). Pelemahan didorong oleh Consumer (-3.96%) dan Misc-IND (-3.92%).

IHSG ditutup melemah didorong oleh pelemahan harga minyak yang cukup signifikan yang cukup berpengaruh terhadap negara penghasil komoditas seperti Indonesia. Sejauh ini juga belum ada perkembangan positif terkait COVID-19.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 23,537.68 (+0.14%), NASDAQ ditutup 8,532.136 (+1.66%), S&P 500 ditutup 2,799.55 (+0.58%).

Bursa saham US ditutup menguat setelah mengalami penurunan tajam di sesi awal perdagangan. Penurunan pada awal perdagangan didorong oleh data ekonomi terkait pengangguran yang masih terus meningkat. Pada minggu ini, pengangguran mencapai 21,5 juta atau bertambah sebanyak 5 juta pengangguran. Hal tersebut merupakan dampak negatif dari kebijakan untuk lock down dari beberapa States.

Peningkatan harga saham terjadi setelah adanya informasi bahwa Gilead Science telah menemukan obat yang cukup efektif untuk menyembuhkan penyakit COVID-19. Bursa Asia dibuka dengan alasan yang sama.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick long black body mengindikasikan potensi terjadinya pelemahan dalam jangka pendek. Pergerakan masih akan dibayangi perkembangan terkait COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan dari dalam negeri. Pergerakan ada dipengaruhi oleh data-data perekonomian.

Resistance 2 : 4,686
Resistance 1 : 4,583
Support 1 : 4,421
Support 2 : 4,362



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)