Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Apr 2020 08:40 WIB

IHSG Diperkirakan Menguat di Awal Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%. Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4.634,82 (+3,44%) pekan lalu. Penguatan didorong oleh sektor infrastruktur (+6,04%) dan aneka industri (+4,11%).

IHSG ditutup menguat didorong sentimen positif setelah Gilead Science mengklaim bahwa telah berhasil menemukan obat yang cukup efektif menyembuhkan corona. Hal ini mendorong optimisme investor sehingga memicu aksi beli yang cukup masif.

Sedangkan bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 24,242.49 (+2.99%), NASDAQ ditutup 8,650.14 (+1.38%), S&P 500 ditutup 2,874.56 (+2.68%).

Bursa saham AS ditutup menguat pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Hal ini seiring dengan spekulasi para investor akan obat yang digunakan untuk menyembuhkan COVID-19.

Selain itu juga Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencana pembukaan kembali ekonomi AS melalui beberapa tahap, hal ini tentunya dinilai positif dibandingkan rencana sebelumnya yang akan membuka ekonomi secara besar-besaran.

Sedangkan bursa Asia dibuka melemah seiring dengan kasus COVID-19 di Singapura yang meningkat secara pesat. Investor juga menanti data ekonomi dan stimulus ekonomi dari China.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan 4.428-4.740. Pergerakan masih akan dibayangi perkembangan terkait COVID-19 dari dalam negeri. Investor masih akan menanti dan mengantisipasi rilis beberapa data perekonomian secara global.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com