Dibayangi Pergerakan Harga Minyak, IHSG Cenderung Loyo

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 08:50 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 4,496.06 (-2.12%). Pelemahan didorong oleh Finance (-3.61%) dan Misc-IND (-2.83%).

IHSG ditutup melemah didorong kabar dari gilead science obat yang diklaim dapat menyembuhkan corona belum berhasil memberikan dampak positif kepada pasien. Selain itu masih ada kekhawatiran dari fluktuasi harga minyak dunia.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 23,775.27 (+1.11%), NASDAQ ditutup 8,634.52 (+1.65%), S&P 500 ditutup 2,836.74 (+1.39%).

Bursa saham US ditutup menguat pada perdagangan Jumat lalu. Investor terus menyoroti perkembangan dari informasi terkait obat yang digunakan untuk menangani Covid-19 seperti Remdesivir yang saat ini sedang dalam percobaan di US dan juga pemulihan harga minyak dunia.

Akan tetapi, investor juga masih mencemaskan data ekonomi US yang dimana pengangguran masih terus meningkat, dan juga penyaluran stimulus berupa kemudahan hutang yang diberikan dari pemerintah US ke para pebisnis justru menimbulkan masalah gagal bayar baru yang akan terjadi. Volatilitas akan masih tinggi mengingat pergerakan indeks saat ini masih cukup kuat dengan berita terkait COVID-19 dan harga minyak saja.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body dan indikator stochastic bergerak melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan potensi pelemahan. Pergerakan masih akan dibayangi fluktuasi harga minyak dan investor akan cenderung wait and see menunggu data perekonomian USA.

Resistance 2 : 4,627
Resistance 1 : 4,561
Support 1 : 4,463
Support 2 : 4,431



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)