Jelang Rilis Bunga The Fed, IHSG Diproyeksi Merah

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 08:52 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

IHSG ditutup menguat. IHSG ditutup menguat di level 4,527.95 (+0.33%), penguatan didorong oleh Basic-IND (+2.99%) dan Agriculture (+2.51%).

IHSG ditutup menguat meskipun masih minim sentiment dan banyak ketidakpastian global. Pergerakan cenderung terbatas dikarenakan investor cenderung wait and see menunggu pernyataan The Fed.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 24,101.55 (-0.13%), NASDAQ ditutup 8,607.73 (-1.40%), S&P 500 ditutup 2,863.39 (-0.52%).

Bursa US ditutup sedikit melemah, dimana investor menanti The Fed untuk dalam memberikan keputusan suku bunga dan memberikan komentar tentang kondisi perekonomian US termasuk rencana membuka US secara bertahap.

Saat ini Investor sudah mengantisipasi bahwa The Fed tidak akan meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat, dan hal tersebut yang membuat investor menanti kebijakan The Fed baru apa yang dapat mendorong ekonomi US. Bursa Asia dibuka menguat dengan antisipasi The Fed dan juga adanya sedikit peningkatan dari harga minyak dunia yang memberikan sentimen positif pada negara penghasil komoditas.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk doji mengindikasikan masih ada potensi pelemahan dan stochastic menunjukkan rentang pelemahan mulai terbatas. Pergerakan akan cenderung terbatas jelang pernyataan the fed terkait suku bunga dan kondisi perekonomian secara global. Sejauh ini masih minim sentimen dari dalam negeri.

Resistance 2 : 4,556
Resistance 1 : 4,542
Support 1 : 4,504
Support 2 : 4,480



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)