COVID-19 Masih Hantui Ekonomi RI, IHSG Diproyeksi Terkoreksi

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 08:42 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4,716.55 (+1.60%). Penguatan didorong oleh Finance (+3.92%) dan Misc-IND (+3.14%).

IHSG ditutup menguat meskipun pergerakan mulai terbatas dikarenakan profit taking. Pergerakan cukup fluktuatif dan nilai transaksi juga cukup tinggi dikarenakan adanya rebalancing MSCI.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 25,475.02 (+0.36%), NASDAQ ditutup 9,552.05 (+0.66%), S&P 500 ditutup 3,055.73 (+0.38%).

Bursa saham US masih terus mengalami penguatan meskipun terjadi kerusuhan di beberapa kota besar. Kerusuhan tersebut merusak beberapa toko retail yang sebelumnya sudah mengalami kesusahan dari karantina COVID-19. Namun, investor masih belum merespon dari kerusuhan tersebut dan lebih berfokus pada pembukaan kembali ekonomi di US setelah karantina.

Sedangkan dari bursa Asia masih menguat didukung oleh data ekonomi China yang menunjukkan aktivitas pabrik mulai berkembang. Data PMI China berada pada 50.6 masih berkembang meskipun di bawah ekspektasi analis pada level 5.1

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick higher high dan higher low namun indikator stochastic mulai menyempit dan mendekati area overbought mengindikasikan potensi penguatan mulai terbatas. Sejauh ini masih ada risiko terhadap perekonomian akibat dari COVID-19.

Resistance 2 : 4,788
Resistance 1 : 4,770
Support 1 : 4,719
Support 2 : 4,686



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)