IHSG Diperkirakan Menguat Dekati 5.000

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 08:31 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pada perdagangan Rabu (3/6) IHSG kembali naik signifikan hampir menyentuh 2%. IHSG naik ke level 4.941,01 atau naik 1,93% yang diiringi dengan penguatan seluruh indeks sektoral di mana tiga sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sektor pertanian sebesar 3,21%, keuangan 3,20%, dan aneka industri 2,66%.

Net buy asing tercatat sebesar Rp 1,51 triliun. Hal ini mencerminkan bahwa investor masih cukup optimistis terhadap pasar saham di Indonesia dan beberapa sentimen positif dalam negeri juga nampaknya masih cukup kuat mendorong IHSG ke arah zona hijau.

Adapun semalam (3/6) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam teritori positif, di mana Dow Jones memimpin penguatan sebesar 2,05%, disusul S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing naik sebesar 1,36% dan 0,78%.

Penguatan tersebut masih terdorong oleh optimisme pasar melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi, beberapa data seperti Markit Composite dan Markit Services di
bulan Mei naik dari level terendahnya pascapandemi.

Adapun saat ini pasar tengah fokus menunggu rilis data pekerjaan dan ketenagakerjaan AS yang diperkirakan tumbuh positif. Optimisme pemulihan ekonomi nampaknya lebih menjadi pusat perhatian pasar dibandingkan protes keras yang terjadi di AS akibat kasus kematian George Floyd yang memasuki malam kedelapan setelah para demonstran kemarin mengabaikan jam malam yang diterapkan oleh pemerintah.

IHSG ditutup menguat sebesar 1,9% ke level 4.941. Diperkirakan IHSG bergerak menguat dengan pergerakan di kisaran 4.884-4.975.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)