IHSG Diprediksi Menguat Dekati Level 5.000

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 08:50 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

HSG ditutup melemah. IHSG ditutup melemah di level 4,816.34 (-1.31%), menguat didorong oleh Finance (-2.77%) dan Agriculture (-2.01%). IHSG ditutup melemah setelah berfluktuasi pada awal pembukaan.

Kekhawatiran investor akan gelombang kedua wabah COVID-19 membayangi pergerakan. Tercatat kembali adanya kenaikan jumlah kasus harian.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 25,763.16 (+0.62%), NASDAQ ditutup 9,726.02 (+1.43%), S&P 500 ditutup 3,066.59 (+0.83%). Bursa saham US ditutup menguat setelah mengalami perlemahan pada intraday trading.Penguatan didorong oleh pernyataan dari The Fed untuk meneruskan pembelian kembali obligasi korporasi dengan anggaran sebesar $250 bn.

Hal tersebut tentunya memberikan sentimen positif karena adanya likuiditas yang masuk ke dalam sistem keuangan. Fokus investor pada hari ini adalah komentar The Fed atas kondisi ekonomi US selama setengah tahun. Bursa Asia dibuka menguat secara menyeluruh mengikuti pergerakan The Fed.

IHSG diprediksi menguat. Pergerakan diperkirakan akan didorong sentiment atas stimulus The Fed yang menyatakan akan meneruskan pembelian kembali obligasi korporasi. Namun penguatan diperkirakan masih cukup terbatas dikarenakan masih adanya kekhawatiran akan kelanjutan gelombang kedua wabah covid.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)