IHSG Diperkirakan Melemah di Awal Pekan

OSO Securities - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 08:38 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG berhasil menguat sebesar 0,35% ke level 4.942 pada akhir pekan kemarin (19/6). Penguatan tersebut terjadi di tengah munculnya kasus baru penderita COVID-19 yang kembali naik dalam sepekan di beberapa negara. Sementara itu pelaku pasar asing masih terus melakukan penjualan di senilai Rp 653 miliar.

Sedangkan dari indeks sektoral, enam sektor mencatatkan penguatan yang dipimpin sektor industri dasar yang naik sebesar 1,62%. Adapun pada awal pekan ini pergerakan indeks diperkirakan masih akan tertekan oleh aksi jual bersih (netsell) asing lanjutan serta minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

Pada perdagangan Jumat (19/6) bursa saham Wall Street ditutup variatif, di mana Dow Jones dan S&P 500 turun sebesar 0,80% dan 0,56%, sedangkan Nasdaq hanya naik tipis sebesar 0,03%.

Pergerakan masih terbebani oleh kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus baru penyebaran COVID-19 di beberapa negara bagian AS selama sepekan terakhir.

Hal tersebut ditambah dengan pengumuman dari Apple Inc yang berencana menutup sementara toko di Florida, Arizona, South Carolina dan North Carolina akibat lonjakan kasus baru tersebut.

Sementara itu berita yang menyebut bahwa gedung putih akan menyetujui dua vaksin COVID-19 sebelum pemilu di bulan November nampaknya belum mampu menopang pergerakan indeks pada akhir pekan kemarin.

IHSG ditutup menguat sebesar 0,35% ke level 4.942. Diperkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 4.851-4.993.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)