Dibayangi Pemangkasan Ekonomi, IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 08:43 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 4.896,73 (-1,73%) melemah didorong oleh sektor properti (-2,03%) dan konsumsi (-1,72%). IHSG ditutup melemah setelah IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Sentimen suntikan dana Rp 30 triliun untuk bank BUMN pada hari sebelumnya dinilai sudah priced-in.

Sementara itu, Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 25.745,60 (+1,18%), NASDAQ ditutup 10.017,00 (+1,11%), S&P 500 ditutup 3.083,76 (+1.10%).

Kekhawatiran akan semakin naiknya kasus di AS tertutup dengan pengumuman The Federal Deposit Insurance Commission yang melonggarkan aturan The Volcker. Aturan ini diberlakukan sejak krisis 2008 yang membatasi perdagangan spekulatif. Di mana bank akan dimudahkan untuk melakukan investasi besar seperti ke modal ventura.

Bank juga tak perlu menyisihkan uang tunai untuk pedagang derivatif antara afiliasi yang berbeda dari perusahaan yang sama, yang berpotensi membebaskan lebih banyak modal.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di antara 4.833-4.995. Pergerakan akan cenderung terbatas diakibatkan masih adanya kekhawatiran setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Jumlah kasus harian COVID-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan sehingga akan menyebabkan perekonomian tidak akan bisa pulih secara cepat. Investor juga akan mencermati data terkait perekonomian di Amerika Serikat.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)