Pemangkasan Proyeksi Ekonomi Dunia Bayangi Pergerakan IHSG

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 08:51 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4,904.08 (+0.15%). Penguatan didorong oleh sektor infrastructure (+1.08%) dan Property (+1.08%).

IHSG ditutup menguat didorong oleh stimulus pelonggaran kebijakan ekonomi dari Amerika Serikat. Sementara dari dalam negeri masih minim sentiment sehingga pergerakan cenderung terbatas.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 25,025.55 (-2.80%), NASDAQ ditutup 9,757.22 (-2.59%), S&P 500 ditutup 3,009.05 (-2.42%).

Bursa US ditutup pada zona merah setelah banyak data menunjukkan kasus COVID-19 kembali meningkat dan mengkhawatirkan investor akan terjadi lockdown berikutnya. Di mana pada hari Jumat terdapat 45,253 kasus baru yang mencapai peningkatan sebesar 41% dari rata-rata pekan sebelumnya.

Namun di sisi lain Investor masih menanti rencana stimulus ekonomi dari pihak US treasury. Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan wall street.

IHSG diprediksi melemah. Pergerakan diperkirakan masih akan cenderung terbatas diakibatkan masih adanya kekhawatiran setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Jumlah kasus harian COVID-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan sehingga akan menyebabkan perekonomian tidak akan bisa pulih secara cepat.

Resistance 2 : 4,968
Resistance 1 : 4,936
Support 1 : 4,877
Support 2 : 4,850



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)