IHSG Menguji Daya Tahan ke Level 5.000

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 08:46 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4,966.78 (+1.06%). Penguatan didorong oleh sektor Property (+2.33%) dan Infrastructure (+1.98%).

IHSG ditutup menguat didorong oleh optimisme setelah adanya perkembangan terkait vaksin COVID-19. Di sisi lain, jumlah kasus baru secara harian semakin tinggi.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 25,827.36 (+0.36%), NASDAQ ditutup 10,207.63 (+0.52%), S&P 500 ditutup 3,130.01 (+0.45%).

Bursa saham US ditutup menguat setelah data ekonomi US mencatatkan 4.8 juta pekerjaan baru pada bulan Juni 2020 setelah ekonomi kembali dibuka. Kini tingkat pengangguran menurun dari 13.3% menjadi 11.1% lebih baik dari ekspektasi analis pada 12.4%.

Namun, jumlah klaim pengangguran masih terus bertambah sebanyak 1.427 juta, penambahan mulai melambat dibandingkan minggu sebelumnya di level 1.48 juta. Sehingga penduduk yang masih menerima bantuan untuk pengangguran meningkat sebesar 19.29 juta. Di sisi lain investor akan terus memantau penambahan kasus covid-19 yang meningkat pesat di dalam US.

IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam trend penguatan jangka pendek dan berpotensi menguji resistance di level 5.000. Pergerakan akan didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi dan perkembangan akan vaksin COVID-19. Investor akan mencermati beberapa data perekonomian.

Resistance 2 : 5,000
Resistance 1 : 4,983
Support 1 : 4,931
Support 2 : 4,896



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)