Kasus Corona Masih Tinggi, IHSG Diperkirakan Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 08:50 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 5.031,26 (-0,42%). Pelemahan didorong oleh sektor properti (-1,19%) dan aneka industri (-1,14%). IHSG ditutup melemah didorong oleh aksi profit taking setelah naik signifikan pada awal pekan. Pergerakan masih dibayangi minimnya sentimen dan kian tingginya kasus COVID-19.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 26.075,30 (+1,44%), NASDAQ ditutup 10.617,44 (+0,56%), S&P 500 ditutup 3.185,04 (+1,05%). Bursa saham AS ditutup menguat meskipun angka pengangguran masih tinggi dan kasus COVID-19 masih terus meningkat.

Investor masih optimistis dari beberapa informasi bahwa vaksin COVID-19 terus dikembangkan dan menurunnya angka kematian dibandingkan bulan Maret dan April.

Saat ini investor menanti data laporan keuangan dari kuartal II-2020 dengan ekspektasi penurunan laba bersih sebesar 44% secara rata-rata. Bursa Asia dibuka menguat tanpa mempedulikan angka penularan COVID-19.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 4.989-5097. Pergerakan masih dibayangi kian tingginya kasus baru COVID-19. Pergerakan diperkirakan terbatas diakibatkan minimnya sentiment pada awal pekan.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)