Dibayangi Kasus Corona, IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 08:37 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 5.110,19 (-0,09%). Pelemahan didorong oleh sektor aneka industri (-1,19%) dan properti (-0,70%).

IHSG ditutup melemah meskipun sempat menguat pada awal perdagangan didukung optimisme terhadap vaksin COVID-19. Namun masih ada kekhawatiran terkait semakin tingginya kasus baru serta dibayangi kenaikan harga emas setelah stimulus ekonomi Eropa.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27.005,84 (+0,62%), NASDAQ ditutup 10.706,13 (+0,24%), S&P 500 ditutup 3.276,02 (+0,57%).

Bursa saham AS ditutup menguat setelah informasi terjadinya kesepakatan antara pemerintah AS, Pfizer, dan BioNTech untuk memproduksi 100 juta vaksin virus Corona senilai US$ 1,95 miliar yang vaksinnya dinyatakan efektif dan aman.

Departemen Kesehatan mengatakan AS dapat memproduksi 500 juta dosis vaksin. Bursa Asia dibuka melemah, fokus pada pernyataan China untuk membalas AS setelah mengusir konsulatnya dari Houston. Tensi geopolitik bersifat sementara apabila tidak ada langkah nyata dari China untuk membalas.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.074-5.160. Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus COVID-19.

Investor akan cenderung wait and see menjelang musim rilis laporan keuangan, serta eskalasi tensi geopolitik antara US dan China juga menambah sentimen negatif.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)