Ekonomi Minus, IHSG Diprediksi Tetap Nanjak

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 08:51 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 5,127.05 (+1.37%), menguat didorong oleh sektor Mining (+2.98%) dan Infrastructure (+2.25%). IHSG ditutup menguat meskipun data GDP Kuartal II-2020 mengalami kontraksi hingga -5.32%.

Investor asing mencatatkan net sell Rp 360 Bn. Meskipun begitu IHSG tetap menguat didorong optimisme perekonomian mulai pulih pada bulan Juni 2020.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27,201.52 (+1.39%), NASDAQ ditutup 10,998.40 (+0.52%), S&P 500 ditutup 3,327.77 (+0.64%). Bursa saham US ditutup menguat pada perdagangan hari Selasa.

Penguatan ditopang oleh sentimen positif dari laporan keuangan perusahaan dengan kapitalisasi besar seperti Disney dan juga dari vaksin coronavirus. Jhonson & Jhonson mengumumkan persetujuan dengan pemerintah US sebesar US$ 1 billion untuk memproduksi 100 million dosis vaksin untuk coronavirus.

Selain itu perusahaan Novavax mengumumkan fase 1 dari percobaan vaksin yang hasilnya cukup positif. Namun, data ekonomi US masih membebani, dimana ADP Payroll data tercatat hanya 167.000, jauh di bawah estimasi. Artinya penambahan jumlah pekerjaan baru masih lambat.

IHSG diprediksi menguat. Candlestick membentuk higher high dan higher low mengindikasikan penguatan masih akan berlanjut. Pergerakan didukung optimisme dari data-data aktivitas perekonomian yang mulai pulih meskipun GDP mengalami kontraksi. Investor juga akan mencermati musim rilis laporan keuangan 1H20.

Resistance 2 : 5,172
Resistance 1 : 5,149
Support 1 : 5,081
Support 2 : 5,036



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)