Dibayangi Rilis Data Ekonomi, IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2020 08:53 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG pada pekan lalu ditutup di level 5,247.69 (+0.16%), penguatan didorong oleh sektor Mining (+0.95%) dan Consumer (+0.58%). IHSG ditutup menguat meskipun dibayangi pergerakan bursa global yang bercampur. Pergerakan cenderung menguat didorong optimisme setelah mendengar pidato presiden Joko Widodo terkait pemulihan ekonomi.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 27,844.91 (-0.31%), NASDAQ ditutup 11,129.73 (+1.00%), S&P 500 ditutup 3,381.99 (+0.27%). Bursa saham US ditutup bercampur pada hari Senin. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya katalis sehingga pergerakan harga saham tidak memiliki trend tertentu.

Semua pelaku pasar masih terus menyoroti perkembangan negosiasi di pemerintahan untuk menentukan paket stimulus atas pandemi covid-19. Di samping itu, tensi dagang antara US - China makin memanas setelah US mengumumkan untuk lebih memperketat pembatasan gerak Huawei dari akses pembelian chip komputer. Bursa saham Asia dibuka melemah di dorong oleh Presiden Trump yang membatasi Huawei.

Hari ini, IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal stochastic membentuk dead cross di area overbought. Investor diperkirakan akan lebih konservatif di tengah banyaknya rilis data perekonomian serta menjelang penetapan suku bunga oleh Bank Indonesia. Dari global masih banyak sentiment negatif diantaranya memanasnya negosiasi dagang Antara China dan Amerika serta resesi ekonomi di Jepang.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)